Detak99.com || Siak. Investigasi lapangan menguak dugaan praktik penyelewengan BBM subsidi di SPBU CODO 13.286.636 PT Benua Petro Energi, Jalan Lintas Timur KM 40 Kecamatan Kerinci Kanan, Siak.
SPBU yang baru beroperasi sejak 29 Oktober 2022. Meski belum lama berdiri, SPBU ini sudah menjadi sorotan tajam publik atas dugaan bocornya BBM subsidi ke jalur ilegal melalui pengisian ke jeriken.
Dari hasil penelusuran yang dihimpun di lokasi, terlihat aktivitas pengisian BBM subsidi jenis Pertalite ke jeriken di dekat dispenser resmi SPBU. Dalam dokumentasi yang beredar, tampak operator melakukan aktivitas yang mencirikan pola pengisian ke wadah terlarang, yang seharusnya tidak boleh dilakukan kecuali dalam keadaan darurat sesuai ketentuan Pertamina.
Beberapa warga menyebut operator melakukan tindakan tersebut dengan cukup leluasa, seolah-olah mendapat “restu” dari pihak tertentu.
“Kayak yang abang lihat lah, secara terang-terangan gitu. Operator nya pun nampak santai, jadi udah kenampakan kali itu hal yang sudah biasa dilakukan”, terang (IS) warga tempatan.
“Bang, operator itu hanya pelaksana. Dia gak akan melaksanakan tanpa adanya intruksi dari pimpinan”. Tambah (ZM) warga lainnya.
“Satu lagi bang, selain intruksi pimpinan aktivitas itu terjadi pasti karna adanya atensi. Karna unit kendaraan itu seperti sudah sangat dikenal dan langganan dengan mode aktivitas itu”, sambung (V) warga.
Dikonfirmasi awak media kepada Heri yang disebut-sebut sebagai pengawas lapangan, melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa benar dirinya Heri dan bertugas sebagai pengawas SPBU, namun bukan SPBU yang dimaksud dalam objek berita:
“Ini bukan SPBU tempat saya bekerja pak. Memang betul nama saya Heri dan bekerja sebagai pengawas di SPBU. Tapi bukan SPBU ini la”, jawab Heri Pengawas SPBU.
Yang membuat isu ini kian menggelinding adalah munculnya nama seorang oknum TNI aktif, disebut-sebut Serka SB, yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah Koramil Siak.
“Setau kami dia itu Babinsa bang, pangkatnya Serka kalau gak salah”. Terang warga
Dugaan publik menyebut oknum tersebut membekap aktivitas di SPBU, sekaligus merangkap posisi sebagai kepala keamanan atau pihak yang mengatur keamanan operasional SPBU.
“Aduh bang, unit dump truk itu terkoneksi sama Babinsa itu bang. Sedangkan Babinsa itu peran nya di SPBU ini sebagai kepala security (sambil ketawa sinis)”. Tambah nya.
Sumber lapangan menyebut kehadiran oknum tersebut membuat operator dan pengawas merasa aman melakukan aktivitas pengisian jeriken.
“Kalau ada apa-apa, sudah ada yang menjaga, apa istilah umum nya itu bang, hmm pembekap”. Tutup nya sambil ketawa sinis
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Koramil maupun komando di atasnya mengenai dugaan tersebut.
Publik kini menunggu: Tindakan dan klarifikasi Pertamina terkait dugaan pelanggaran SOP SPBU Codo 13.286.636. Sikap resmi TNI, khususnya Kodim/Koramil setempat, untuk memeriksa kebenaran informasi dugaan keterlibatan oknum babinsanya. Langkah aparat penegak hukum dalam memastikan tidak terjadi praktik penyelewengan yang merugikan negara.
Dugaan kebocoran Pertalite subsidi ke jeriken di SPBU Codo 13.286.636 Siak membuka babak baru sorotan publik terhadap peran sejumlah pihak, terutama oknum aparat yang disebut-sebut menjadi tameng bagi praktik ilegal tersebut.
Selama belum ada tindakan tegas, publik hanya bisa bertanya-tanya:
Apakah SPBU baru ini benar-benar melayani rakyat, atau justru menjadi ladang permainan segelintir orang?
Bersambung***
















